Tampilkan postingan dengan label bahan berkualitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahan berkualitas. Tampilkan semua postingan
Dayung STT Paddle Boogie
Dayung STT 155 adalah produk unggulan boogie yang di pasarkan di Toko Boogie, dengan desain sesuai untuk kegiatan arung jeram atau kegiatan olahraga air lainnya. Produk ini juga telah disesuaikan untuk digunakan oleh guider ataupun penggiat olahraga arung jeram.
Dayung STT Paddle ini adalah produk lokal Indonesia dengan memakai bahan-bahan terpilih dan telah melalui uji lab yang memenuhi standar internasional, baik dalam kekuatan dan ketahanan bahan.



Dayung STT Paddle Produksi Boogie Advindo

Dengan material sebagai berikut. 
- Blade: terbuat dari bahan polyprophilene.
- Shaft: Alumunium Aloy
- Shaft Civer: PVC 2mm
- T-Grip: Polyprophilene.

Untuk mengetahui lebih jelas dan detail info tentang spesifikasi produk dayung stt paddle boogie ini, bisa hubungi ke Boogie Office, call center 0251-8371-443. atau email ke info@boogie.co.id.


no image
Baju pelampung merupakan perangkat yang dirancang untuk membantu pemakai, baik secara sadar atau di bawah sadar, untuk tetap mengapung dengan mulut dan hidung berada di atas permukaan air atau pada saat berada dalam air. Perangkat yang dirancang dan disetujui oleh pihak yang berwenang dalam hal ini Biro Klasifikasi Indonesia untuk digunakan oleh sipil dalam rekreasi berlayar, pelaut, kayak, kano, dll). Baju pelampung yang berbeda dirancang untuk digunakan oleh penumpang dan awak pesawat dari (helikopter, pesawat udara) dan kapal komersial (kapal tunda, kapal penumpang, feri, kapal laut). Perangkat yang digunakan oleh militer (angkatan udara, pasukan khusus, marinir, angkatan laut, penjaga pantai) dan kepolisian. (wikipedia)

Jenis baju pelampung
1. Busa steriofoam
Merupakan bentuk yang paling sederhana, terbuat dari busa steriofoam yang dibungkus di dalam baju pelampung. Banyak digunakan sebagai perangkat keselamatan kapal, bis air, perahu. Biasanya menggunakan warna orange agar mempermudah proses evakuasi bila terjadi bencana. Biasanya dilengkapi dengan lampu yang hidup bila baterainya terendam air serta peluit.

2. Pelampung balon udara
Pelambung balon udara yang ditempatkan di dalam baju pelampung yang dikembangkan dengan menarik pemicu udara (tabung CO2) yang akan mengisi ruang di dalam baju pelampung dan biasanya dilengkapi dengan peniup manual bila tabung CO2 tidak berfungsi. Merupakan perlengkapan pesawat terbang standar. (wikipedia)

Baju Pelampung Ditinjau dari bentuk di kenal dua macam :
1. Bentuk lingkaran
2. Bentuk tapal kuda

Bentuk lingkaran banyak diperlukan dikapal karena lebih kuat dan praktis. Karena penggunaannya pelampung penolong itu harus dilemparkan, maka ia harus dibuat dari pada bahan yang ringan sekali. Pada waktu dahulu dibuat dari gabus, tetapi pada dewasa ini dibuat dari bahan Onahuto semacam plastik yang beratnya ½ dari bahan gelas.

SOLAS 1960 menentukan persyaratan Life Bouy sebagai berikut :

Dengan beban sekurang-kurangnya 14,5 kg harus dapat terapung di dalam air tawar selama 24 jam.
Tahan terhadap pengaruh minyak dan hasil-hasil minyak.
Harus mempunyai warna yang mudah dilihat dilaut.
Nama dari kapal ditulis dengan huruf besar.
Dilengkapi dengan tali-tali pegangan yang diikat baik-baik keliling pelampung.

Untuk kapal penumpang setengah dari jumlah pelampung penolong tetapi tidak kurang dari 6 buah, untuk kapal barang sedikitnya setengah dari jumlah pelampung penolong harus dilengkapi dengan lampu yang menyala secara otomatis dan tidak mati oleh air. Harus menyala sekurang-kurangnya 45 menit dan mempunyai kekuatan nyala/cahaya sekurang-kurangnya 3,5 lumens.

Ditempatkan sedemikian rupa sehingga siap untuk dipakai dan cepat tercapai tempatnya oleh setiap orang yang ada dikapal. Dua diantaranya dilengkapi dengan lampu yang menyala secara otomatis pada malam hari dan mengelarkan asap secara otomatis pada waktu siang hari.

Cepat dapat dilepaskan, tak boleh diikat secara tetap dan cepat pula dilemparkan dari anjungan ke air. Didalam poin 6 dijelaskan bahwa beberapa buah pelampung penolong harus mempunyai perlengkapan lampu yang menyala secara otomatis.

Salah satu cara dilakukan sebagai berikut :
Dengan botol Holmes diikatkan pada pelampung yang diisi dengan :
-Karbit kalsium (Ca CO3)
-Fosfat kalsium (P2 CO3)

Tutup dari botol ini mempunyai tali yang diikat pada pagar geladak. Pada waktu pelampung dilemparkan ke air tutupnya akan terlepas dan botolnya kemasukan air laut.

Karvid dengan air akan menimbulkan reaksi panas sehingga fosfatnya terbakar. Dengan demikian botol tersebut akan mengeluarkan nyala yang dapat menunjukkan tempat dimana pelampung tersebut berada, sehingga orang lain yang akan ditolong tadi dapat mengetahuinya.
Holmes light :
A = ruangan untuk mengapungkan
B = ruangan yang diisi dengan kalsium carbide dan fosfor calcium
C = Pen yang menembus tabung itu yang disolder dibagian atas ataupun bagian bawahya.
Apabila tabung ini dilemparkan ke air, maka pen itu akan terlepas dari tabung sehingga mengakibatkan sebuah lobang pada tabung itu.

Untuk kapal-kapal tangki jenis Holmes Light harus dinyalakan dengan listrik (baterai). Bagian luarnya adalah sebagai penampung yang terbuat dari kayu balsa.
Sebelah dalam ialah tabung dari kuningan yang berisi battery. Sebuah lampu yang tertutup pelindung gelas dengan gasket karet yang kedap air, yang akan emnyala segera setelah lampunya berada disis atas, yaitu kedudukan pada waktu terapung di atas air. Lampu tersebut akan menyala kira-kira 3 jam.
Lampu tersebut harus selalu diperiksa apakah menyala dengan baik, yaitu dengan cara meletakkan lampu disisi atas.

Dahulu sebagai isi dari baju penolong dipergunakan gabus atau kapas. Kalau isinya gabus, maka si korban kalau jatuh atau melompat dari tempat yang tinggi, disebabkan oleh bagian yang terapung akan mendapat tonjokan dibagian dagunya atau dibagian belakang kepalanya.
Apabila diisi dengan kapas, bila kena air yang mengandung lapisan minyak akan hilang daya apungnya. akan tetapi tidak tahan panas, lama-lama bengkok dan akan tenggelam bila dibebani dengan berat kurang dari 7,5 kg. Bahan yang paling baik adalah styropor (polystyrel yang membusa) yang tahan terhadap pengaruh bensin dan minyak.

Baju penolong harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

Setiap pelayar, harus tersedia paling sedikit satu baju penolong.
Harus disimpan disuatu tempat, sehingga apabila ada bahaya, dapat dengan mudah dicapai.
Harus dibuat sedemikian rupa, sehingga menghindarkan pemakaian yang salah, kecuali memang dapat dipakai dari luar dan dalam (inside out).
Harus dibuat sedemikian rupa, sehingga kepala dan si pemakai yang dalam keadaan tidak sadar, dapat tetap berada di atas permukaan air.
Dalam air tawar harus dapat mengapung paling sedikit selama 24 jam dengan besis eberat 7,5 kg.
Berwarna sedemikian rupa hingga dapat dilihat dengan jelas.
Tahan terhadap minyak dan cairan minyak.
Dilengkapi dengan sempritan yang disahkan dan terikat dengan tali yang kuat.
Khusus untuk kapal penumpang, baju penolong harus 105% dari jumlah semua orang yang ada dikapal.
Baju penolong yang ditiup sebelum dipakai dapat dipergunakan dengan syarat mempunyai 2 ruang udara yang terpisah dan dapat menyangga besi seberat 15 kg selama paling sedikit 24 jam di air tawar.
Jenis Perahu Karet
Perahu karet atau yang sering disebut Rubber Boat adalah perahu yang terbuat dari bahan karet yang bisa dikempiskan saat tidak dipakai dan dikembangkan lagi pada saat akan digunakan. Perahu karet sangat fleksibel dan mudah dibawa kemana-mana. Perahu karet sangat cocok digunakan dalam kegiatan arung jeram karena cukup stabil jika berada di atas air. Terdapat beberapa jenis perahu karet diantaranya perahu karet Landing Craft dan perahu karet Oval.
Perahu karet dengan jenis Landing Craft adalah salah satu jenis perahu karet khusus untuk rafting. Perahu karet dengan desain yang kuat serta dibuat dari bahan yang berkualitas, banyak digunakan di negara-negara Eropa dan Amerika. Karena karakteristik sungai-sungai yang ada di negara tersebut termasuk jenis sungai dengan arus yang sangat deras, maka dalam rafting dibutuhkan perahu karet yang kuat dan tangguh. Jenis perahu rafting seperti Landing Craft harganya relatif cukup mahal.





Perahu karet dengan jenis Oval adalah perahu karet berbentuk Oval dengan desain khusus yaitu pada bagian haluan dan burit berbentuk sedikit mencuat yang bertujuan agar perahu mampu menjaga kestabilan posisi di saat melewati arus yang deras. Perahu karet jenis Oval sering digunakan dalam arung jeram di Indonesia, harganya pun relatif terjangkau. Ada dua jenis perahu rafting Oval yaitu jenis Non Self Bailing Floor dan Self Bailing Floor. Non Self Bailing Floor yaitu jenis perahu karet yang tidak dilengkapi dengan lubang-lubang khusus pembuangan air. Sedangkan perahu Oval dengan jenis Self Bailing Floor merupakan perahu karet khusus yang dilengkapi dengan lubang-lubang pembuangan air. Bahan perahu karet yang banyak digunakan adalah terbuat dari PVC (Polivinil Chloride) atau sering disebut dengan karet sintetis dan harganya relatif terjangkau.
Namun berhati-hatilah dalam memilih perahu karet demi kenyamanan dan keselamatan. Berikut kami akan mengulas jenis perahu karet termurah dan terbaik yang bisa Anda gunakan untuk bersantai di danau, memancing, bencana alam (banjir), jelajah, atau rafting






berikut jenis-jenis perahu karet (rubber boat)

1. Perahu karet jenis Transom Boat 






2. Perahu Karet jenis River Boat

Perahu Karet jenis ini banyak digunakan untuk keperluan arung jeram (rafting) 







 

  
3. Perahu Karet Jenis RIB (Rigid Inflatable Boat).





4. Perahu Karet Jenis Kayak.



5. Perahu Karet Jenis Extreme Boat.