no image
Baju pelampung merupakan perangkat yang dirancang untuk membantu pemakai, baik secara sadar atau di bawah sadar, untuk tetap mengapung dengan mulut dan hidung berada di atas permukaan air atau pada saat berada dalam air. Perangkat yang dirancang dan disetujui oleh pihak yang berwenang dalam hal ini Biro Klasifikasi Indonesia untuk digunakan oleh sipil dalam rekreasi berlayar, pelaut, kayak, kano, dll). Baju pelampung yang berbeda dirancang untuk digunakan oleh penumpang dan awak pesawat dari (helikopter, pesawat udara) dan kapal komersial (kapal tunda, kapal penumpang, feri, kapal laut). Perangkat yang digunakan oleh militer (angkatan udara, pasukan khusus, marinir, angkatan laut, penjaga pantai) dan kepolisian. (wikipedia)

Jenis baju pelampung
1. Busa steriofoam
Merupakan bentuk yang paling sederhana, terbuat dari busa steriofoam yang dibungkus di dalam baju pelampung. Banyak digunakan sebagai perangkat keselamatan kapal, bis air, perahu. Biasanya menggunakan warna orange agar mempermudah proses evakuasi bila terjadi bencana. Biasanya dilengkapi dengan lampu yang hidup bila baterainya terendam air serta peluit.

2. Pelampung balon udara
Pelambung balon udara yang ditempatkan di dalam baju pelampung yang dikembangkan dengan menarik pemicu udara (tabung CO2) yang akan mengisi ruang di dalam baju pelampung dan biasanya dilengkapi dengan peniup manual bila tabung CO2 tidak berfungsi. Merupakan perlengkapan pesawat terbang standar. (wikipedia)

Baju Pelampung Ditinjau dari bentuk di kenal dua macam :
1. Bentuk lingkaran
2. Bentuk tapal kuda

Bentuk lingkaran banyak diperlukan dikapal karena lebih kuat dan praktis. Karena penggunaannya pelampung penolong itu harus dilemparkan, maka ia harus dibuat dari pada bahan yang ringan sekali. Pada waktu dahulu dibuat dari gabus, tetapi pada dewasa ini dibuat dari bahan Onahuto semacam plastik yang beratnya ½ dari bahan gelas.

SOLAS 1960 menentukan persyaratan Life Bouy sebagai berikut :

Dengan beban sekurang-kurangnya 14,5 kg harus dapat terapung di dalam air tawar selama 24 jam.
Tahan terhadap pengaruh minyak dan hasil-hasil minyak.
Harus mempunyai warna yang mudah dilihat dilaut.
Nama dari kapal ditulis dengan huruf besar.
Dilengkapi dengan tali-tali pegangan yang diikat baik-baik keliling pelampung.

Untuk kapal penumpang setengah dari jumlah pelampung penolong tetapi tidak kurang dari 6 buah, untuk kapal barang sedikitnya setengah dari jumlah pelampung penolong harus dilengkapi dengan lampu yang menyala secara otomatis dan tidak mati oleh air. Harus menyala sekurang-kurangnya 45 menit dan mempunyai kekuatan nyala/cahaya sekurang-kurangnya 3,5 lumens.

Ditempatkan sedemikian rupa sehingga siap untuk dipakai dan cepat tercapai tempatnya oleh setiap orang yang ada dikapal. Dua diantaranya dilengkapi dengan lampu yang menyala secara otomatis pada malam hari dan mengelarkan asap secara otomatis pada waktu siang hari.

Cepat dapat dilepaskan, tak boleh diikat secara tetap dan cepat pula dilemparkan dari anjungan ke air. Didalam poin 6 dijelaskan bahwa beberapa buah pelampung penolong harus mempunyai perlengkapan lampu yang menyala secara otomatis.

Salah satu cara dilakukan sebagai berikut :
Dengan botol Holmes diikatkan pada pelampung yang diisi dengan :
-Karbit kalsium (Ca CO3)
-Fosfat kalsium (P2 CO3)

Tutup dari botol ini mempunyai tali yang diikat pada pagar geladak. Pada waktu pelampung dilemparkan ke air tutupnya akan terlepas dan botolnya kemasukan air laut.

Karvid dengan air akan menimbulkan reaksi panas sehingga fosfatnya terbakar. Dengan demikian botol tersebut akan mengeluarkan nyala yang dapat menunjukkan tempat dimana pelampung tersebut berada, sehingga orang lain yang akan ditolong tadi dapat mengetahuinya.
Holmes light :
A = ruangan untuk mengapungkan
B = ruangan yang diisi dengan kalsium carbide dan fosfor calcium
C = Pen yang menembus tabung itu yang disolder dibagian atas ataupun bagian bawahya.
Apabila tabung ini dilemparkan ke air, maka pen itu akan terlepas dari tabung sehingga mengakibatkan sebuah lobang pada tabung itu.

Untuk kapal-kapal tangki jenis Holmes Light harus dinyalakan dengan listrik (baterai). Bagian luarnya adalah sebagai penampung yang terbuat dari kayu balsa.
Sebelah dalam ialah tabung dari kuningan yang berisi battery. Sebuah lampu yang tertutup pelindung gelas dengan gasket karet yang kedap air, yang akan emnyala segera setelah lampunya berada disis atas, yaitu kedudukan pada waktu terapung di atas air. Lampu tersebut akan menyala kira-kira 3 jam.
Lampu tersebut harus selalu diperiksa apakah menyala dengan baik, yaitu dengan cara meletakkan lampu disisi atas.

Dahulu sebagai isi dari baju penolong dipergunakan gabus atau kapas. Kalau isinya gabus, maka si korban kalau jatuh atau melompat dari tempat yang tinggi, disebabkan oleh bagian yang terapung akan mendapat tonjokan dibagian dagunya atau dibagian belakang kepalanya.
Apabila diisi dengan kapas, bila kena air yang mengandung lapisan minyak akan hilang daya apungnya. akan tetapi tidak tahan panas, lama-lama bengkok dan akan tenggelam bila dibebani dengan berat kurang dari 7,5 kg. Bahan yang paling baik adalah styropor (polystyrel yang membusa) yang tahan terhadap pengaruh bensin dan minyak.

Baju penolong harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

Setiap pelayar, harus tersedia paling sedikit satu baju penolong.
Harus disimpan disuatu tempat, sehingga apabila ada bahaya, dapat dengan mudah dicapai.
Harus dibuat sedemikian rupa, sehingga menghindarkan pemakaian yang salah, kecuali memang dapat dipakai dari luar dan dalam (inside out).
Harus dibuat sedemikian rupa, sehingga kepala dan si pemakai yang dalam keadaan tidak sadar, dapat tetap berada di atas permukaan air.
Dalam air tawar harus dapat mengapung paling sedikit selama 24 jam dengan besis eberat 7,5 kg.
Berwarna sedemikian rupa hingga dapat dilihat dengan jelas.
Tahan terhadap minyak dan cairan minyak.
Dilengkapi dengan sempritan yang disahkan dan terikat dengan tali yang kuat.
Khusus untuk kapal penumpang, baju penolong harus 105% dari jumlah semua orang yang ada dikapal.
Baju penolong yang ditiup sebelum dipakai dapat dipergunakan dengan syarat mempunyai 2 ruang udara yang terpisah dan dapat menyangga besi seberat 15 kg selama paling sedikit 24 jam di air tawar.
no image
Memang menjadi suatu tantangan tersendiri bagi tim SAR jika melakukan suatu penyelamatan didalam air. Proses evakuasi korban akan menjadi semakin sulit bila mereka tengah terjebak diantara arus yang deras ataupun air yang cukup dalam dan sangat jauh dari daratan. Hal tersebut tentu tidak memungkinkannya bagi tim penyelamat dalam melakukan penyelamatan dengan hanya berenang saja demi menggapai korban.

Perahu karet memang telah menjadi suatu peralatan yang memang sangat wajib dimiliki oleh tim penyelamat dalam mengarungi perairan yang memiliki arus kuat dan cukup lebar. Terlebih banyak sekali kasus yang tidak diduga sebelumnya, bukan hanya adanya bencana alam saja, tetapi karena faktor kejahatan manusia itu sendiri seperti evakuasi korban pembunuhan di sungai, laut, da sebagainya. Juga faktor kelalaian manusia itu sendiri, seperti tercebur dan kemudian hanyut dalam air atau tenggelam.
Perahu karet juga kini bukan hanya terbatas perannya pada pengevakuasian korban saja, namun pada saat ini justru kerap dijadikan sebagai suatu media rekreasi. Rekreasi yang menggunakan perahu karet ini bernama arum jeram.

Bagi para penyuka olahraga penguji adrenaline, tentu akan sangat menantang rasanya bila dapat merasakan bagaimana kuatnya arus dalam setiap hulu sungai yang dilalui.  Perahu karet  juga banyak dimiliki oleh setiap rumah-rumah yang dimana penghuninya sangat mementingkan faktor keselamatan dan terutama bagi mereka yang tinggal di daerah-daerah yang sangat rawan akan bencana banjir.
Jenis Perahu Karet Boogie

Jenis Perahu Karet Produksi Boogie

Perahu karet atau yang sering disebut Rubber Boat adalah perahu yang terbuat dari bahan karet yang bisa dikempiskan saat tidak dipakai dan dikembangkan lagi pada saat akan digunakan. Perahu karet sangat fleksibel dan mudah dibawa kemana-mana. Perahu karet sangat cocok digunakan dalam kegiatan arung jeram karena cukup stabil jika berada di atas air. Terdapat beberapa jenis perahu karet diantaranya perahu karet Landing Craft dan perahu karet Oval.

Perahu karet dengan jenis Landing Craft adalah salah satu jenis perahu karet khusus untuk rafting. Perahu karet dengan desain yang kuat serta dibuat dari bahan yang berkualitas, banyak digunakan di negara-negara Eropa dan Amerika. Karena karakteristik sungai-sungai yang ada di negara tersebut termasuk jenis sungai dengan arus yang sangat deras, maka dalam rafting dibutuhkan perahu karet yang kuat dan tangguh. Jenis perahu rafting seperti Landing Craft harganya relatif cukup mahal.
Perahu karet dengan jenis Oval adalah perahu karet berbentuk Oval dengan desain khusus yaitu pada bagian haluan dan burit berbentuk sedikit mencuat yang bertujuan agar perahu mampu menjaga kestabilan posisi di saat melewati arus yang deras. Perahu karet jenis Oval sering digunakan dalam arung jeram di Indonesia, harganya pun relatif terjangkau. 
Ada dua jenis perahu rafting Oval yaitu jenis Non Self Bailing Floor dan Self Bailing Floor. Non Self Bailing Floor yaitu jenis perahu karet yang tidak dilengkapi dengan lubang-lubang khusus pembuangan air. Sedangkan perahu Oval dengan jenis Self Bailing Floor merupakan perahu karet khusus yang dilengkapi dengan lubang-lubang pembuangan air. Bahan perahu karet yang banyak digunakan adalah terbuat dari PVC (Polivinil Chloride) atau sering disebut dengan karet sintetis dan harganya relatif terjangkau.
Namun berhati-hatilah dalam memilih perahu karet demi kenyamanan dan keselamatan. 
Jenis perahu karet termurah dan terbaik yang bisa Anda gunakan untuk bersantai di danau, memancing, bencana alam (banjir), jelajah, atau rafting.

Jenis perahu karet (rubber boat) hasil produksi PT. Boogie Advindo. diantaranya ada boogie inflatable kayak pesanan dari Basarnas Indonesia.









Demikian ulasan singkat mengenai jenis-jenis perahu karet. Teliti dalam membeli dan sesuaikan dengan kebutuhan, 
Untuk mengetahui harga dan stok perahu atau kerjasama pengadaan perahu di instansi/lembaga anda, bisa kirimkan email anda ke email info@boogie.co.id dengan subject Minta Penawaran Harga Perahu.